DBD….Demam Berdarah Deathly

Demam Berdarah Dengue(DBD) merupakan penyakit akut yang ditemukan di daerah tropis. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebarkan ke manusia dengan perantaraan nyamuk Aedes aegypti. Ciri-ciri nyamuk ini adalah tubuhnya yang loreng hitam-putih seperti zebra dan sering menggigit manusia pada siang hari. Nyamuk ini berkembang biak pada genangan air yang bersih. Gejala-gejala penyakit ini antara lain demam tinggi selama 2-7 hari disertai sakit kepala berat, nyeri sendi dan otot juga munculnya bintik-bintik merah pada kulit (biasanya pada bagian lengan).
Jika sudah mengalami gejala-gejala diatas ada baiknya kita juga melakukan tes darah untuk mengetahui kadar trombosit kita, sebab penyakit ini juga ditandai dengan kadar trombosit yang menurun drastis (batas normal kadar trombosit 150.000-500.000 per mm3). Jika kadar trombosit kita sudah di bawah batas normal ada baiknya kita langsung menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Pada stadium tertentu penyakit ini bisa menimbulkan gangguan sirkulasi darah, denyut nadi menjadi lemah, kedinginan, keringat dingin dan menjadi gelisah. Pada tingkat ini DBD telah masuk ke dalam Sindrom Syok Dengue(SSD), sindrom ini sangat berbahaya karena sering berujung kepada kematian.
Sejauh ini belum ada obat khusus untuk melawan penyakit ini. Untuk mempercepat penyembuhan dan pencegahan penyakit ini sebaiknya kita minum air dalam jumlah yang cukup banyak, setidaknya 20 gelas tiap hari, lebih banyak lebih baik. Ada juga yang mengatakan minum minuman ber-ion seperti Pocari Sweat juga dapat membantu proses penyembuhan penyakit ini. Untuk meningkatkan kadar trombosit bisa dilakukan dengan meminum ekstrak daun jambu biji, karena ekstrak daun jambu biji bisa menghambat pertumbuhan virus serta menambah kadar trombosit. Atau bisa juga meminum jus jambu biji sebab jambu biji mengandung kadar vitamin C dan A yang cukup tinggi. Vitamin C bermanfaat untuk meningkatkan keceradasan sel sedangkan vitamin A berguna untuk menjaga tingkat regenerasi sel. Berdasarkan pengalaman pribadiku, jus jambu biji memang dapat membantu proses penyembuhan penyakit ini.
Selama penderita tidak terlambat mendapat perawatan, penyakit ini tidak membahayakan, namun jika sudah terlambat, rumah sakit secanggih apapun mungkin tidak mampu menyembuhkan penyakit ini. Sudah sangat sering kasus kematian yang disebabkan oleh penyakit ini, penyebabnya antara lain keterlambatan pasien mendapatkan pertolongan. Jika penderita yang semula mengalami demam tinggi selama beberapa hari, namun kemudian demam itu turun, fase demam turun inilah yang disebut fase kritis pada DBD. Sebab seringkali orang terkecoh karena demam sudah turun. Ada baiknya pada saat fase ini penderita di berita asupan cairan dan gizi yang cukup. Untuk obat demam, sejauh ini obat golongan parasetamol yang paling dianjurkan, terlebih untuk penderita yang masih tergolong anak-anak.
Untuk mencegah penularan penyakit ini, ada baiknya kita menjalankan anjuran pemerintah melalui program 3M:
– Menguras: Menguras tempat penampungan air yang menjadi habitat bintik nyamuk Aedes aegypti.
– Menutup: menutup tempat penampungan air supaya tidak dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.
– Mengubur kaleng, plastik dan botol bekas yang bisa menampung air agar tidak dijadikan tempat bertelur nyamuk Aedes aegypti.
Selain dengan 3 M kita juga bisa memakai lotion anti nyamuk agar kita juga tidak digigit nyamuk Aedes aegypti. Tentunya mencegah lebih baik daripada mengobati.

Dari berbagai sumber….

==============================================
Kenapa aku tertarik menulis artikel ini?
Tadi malam aku mendapat informasi tentang kondisi temenku yang katanya udah kritis, awalnya aku ga tau di sakit apa. Lalu aku dan beberapa temenku langsung berangkat ke RS Panti Rapih dan langsung menuju ke Ruang ICU, dimana di dirawat. Ternyata di sana kita dapati bahwa teman kita yang sakit itu ternyata telah meninggal. Berita yang cukup mengejutkan, kita semua ga nyangka kalo kita bakal kehilangan dia. Berdasarkan cerita yang aku dengar, kemungkinan dia agak terlambat di bawa ke RS. Melalui artikel ini semoga ga ada Jay lain yang harus pergi meninggalkan dunia ini gara-gara DBD.

Jay semoga kau kini bahagia di sisi-Nya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: